Indahnya Berbagi Cerita berbagai pengalaman kami dengan sepenuh hati

Friday, 29 May 2020

Renyahnya Oatmeal Cookies dari Taurean Bakeshop & Cafe

taurean oatmeal cookies

Sebetulnya kami bukan fans oatmeal cookies. Membaca namanya saja, sudah terbayang besarnya  oatmeal yang ada di dalam cookies bisa membuat kami sulit untuk mengunyahnya. So, jarang sekali kami membeli oatmeal cookies. Namun, lebaran tahun lalu kami mendapatkan bingkisan kue lebaran yang ternyata isinya oatmeal cookies. Packagingnya sangat cantik, ga sabar rasanya untuk segera unboxing. Ternyata, cookiesnya pun secantik packagingnya. Laras yang ga sabar untuk segera mencobanya, daaan...dia suka! Oatmeal dari Taurean Bakeshop dan Cafe, pas di lidah kami, membuat kami jatuh cinta pada oatmeal cookies.

Tekstur dan Varian Oatmeal Cookies

Dari penampakannya saja, sudah jelas terlihat kalau oatmeal cookiesnya sangat renyah. Butiran-butirannya menyatu namun terlihat ada crumbs yang mudah terlepas. Dipanggang dengan suhu dan waktu yang pas, membuat warnanya cokelat keemasan dan sangat menggoda. Kerenyahannya bisa dirasakan saat mengambil satu cookies dari dalam toplesnya, pasti ada saja crumbs yang berjatuhan. Saat digigit, cookiesnya langsung pyar, lembut, kriuk. Manisnya pas banget dan rasanya buttery. Wanginya hmmm sangat menggoda, wangi khas mentega bercampur dengan gula sungguh menggugah selera.



Klaimnya, cookies ini tidak menggunakan telur sebagai bahannya, tidak menggunakan margarin--hanya menggunakan mentega, tidak ditambahkan pengawet dan pewarna. Cookiesnya diklaim tahan selama 6 bulan dari tanggal pembuatan. Namun, bagi kami tidak sampai 1 bulan pun cookiesnya sudah ludes.

Selain menyediakan oatmeal cookies, ada juga biscotti. Taurean juga menjual roti, cake, dan croissant. Adapun varian oatmeal dan biscotti yang ditawarkan melebihi dari 20 varian, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • original oatmeal
  • cocoa butter oatmeal
  • date oatmeal--hanya disajikan sepanjang Ramadan dan Syawal
  • pumpkin seed oatmeal
  • cashew nut oatmeal
  • coffee oatmeal
  • cranberry oatmeal
  • chocolate chips
  • milk chocolate
  • deluxe biscotti
  • the tarik biscotti
  • malt biscotti
  • milo biscotti
Apa yang Mama Ugi rasakan, oatmeal cookiesnya sendiri rasanya sama. Sensasinya menjadi berbeda dengan adanya tambahan cokelat atau kopi misalnya. Rasa original tetap menjadi favorit kami. Overall, kami suka semua varian. Namun biscotti dan produk lainnya belum pernah kami coba. 

Oatmeal cookies ini cocok banget disajikan dengan secangkir teh atau kopi hangat sebagai pelengkap afternoon tea. Oya, di Taurean Bakeshop dan Cafe ini pun menawarkan paket afternoon tea lo.

Kemasan Spesial Lebaran


Oleh karena kami mendapatkan cookiesnya sebagai bingkisan lebaran, maka packagingnya adalah packaging lebaran.  Sebetulnya, toples dan labellingnya ya sama saja baik edisi lebaran maupun edisi sehari-hari. Yang membedakan adalah boxnya saja. Box edisi special lebaran didesain khusus dengan lukisan cat air bunga simpur.

Cookies dijual dalam 2 ukuran, yaitu ukuran reguler yang mempunyai berat berkisar antara 160g-200g dan ukuran kecil yang beratnya berkisar antara 110g-130g.  Harganya bervariasi tergantung variannya. Untuk original, ukuran reguler dijual dengan harga $8 dan ukuran kecil dijual dengan harga $6. Sedangkan untuk date cookies, ukuran reguler dijual dengan harga $12 dan ukuran kecil dengan harga $7.50. Baik ukuran reguler maupun ukuran kecil, 1 box isinya 2 toples dan bisa dipilih mau varian apa saja.

Dengan membeli paket lebaran seperti ini maka sudah termasuk box dan kartu ucapannya. Kalau memerlukan kantongnya, dijual secara terpisah. Biasanya ada paket-paket promosi juga. Bisa langsung kepoin instagramnya ya untuk paket-paket apa saja yang tersedia.

Toplesnya berbentuk tabung transparan terbuat dari plastik. Begitu pula tutupnya pun transparan. Toples ditutup terlebih dahulu oleh lembaran alumunium foil yang membuat toples kedap udara. Tutupnya sangat mudah untuk dibuka dan ditutup. Di bawah toples bagian dalam diberikan satu bungkus food grade silica gel untuk menyerap lembab.

Berbicara kemasannya, sengaja didesain khusus bertuliskan 'Selamat Hari Raya Aidil Fitri' berwarna kuning dengan warna box hijau khas warna-warna lebaran. Terdapat ilustrasi bunga dan daun simpur dengan seekor burung yang hinggap di ranting pohon. Di sekeliling box, terdapat informasi berupa logo Taurean, tulisan 'Product of Brunei Darussalam', info IG dan nomor telepon, serta sejarah mengenai bunga simpur.

Bagian atas box dengan ilustrasi bunga simpur

 Sejarah bunga simpur yang tertera dalam kemasan bertuliskan:

Bunga yang dipamerkan dikotak ini dinamakan SIMPUR, bunga kebangsaan negara kita, Negara Brunei Darussalam. Bunga Kebangsaan ini diletakkan di bahagian depan nota satu ringgit Brunei dan selain itu digunakan sebagai reka seni bentuk hiasan kraftangan. Tumbuhan yang berdaya tahan ini tumbuh di pesisir, paya, tebing sungai dan juga lebuhraya.
Bagian tepi box yang bertuliskan sejarah bunga simpur
Bagian tepi box yang berisi logo
Bagian tepi box yang bertuliskan alamet toko, nomor telepon, dan akun IG
Di bagian ini diinfokan kalau produk adalah buatan Brunei

 Labelling

Labelling bagian belakang

Di bagian depan toples, tertera logo Taurean Bakeshop & Cafe dan ada pula yang disertai dengan informasi varian cookies. Sedangkan pada bagian belakangnya, terdapat informasi mengenai bahan yang digunakan, bar code varian cookies, alamat pabrik, nomor telepon dan akun IG, tanggal pembuatan serta tanggal expired, berat bersih, dan yang terpenting adalah logo halalnya. Desain labelling dibuat sederhana dengan menggunakan warna brand yaitu karna cokelat. Informasi yang tertera mudah dibaca sehingga secara keseluruhan labelling ini tampak elegan.

Kami sangat puas dengan rasa oatmeal cookies dan kemasan yang disajikan oleh Taurean Bakeshop & Cafe. Sebagai bekal lebaran tahun ini, kami pun membeli beberapa toples. Bahkan sejak Ramadan, Laras sudah meminta oatmeal cookies untuk kudapan setelah berbuka puasa. Teman-teman yang ingin mencobanya, bisa mendapatkan oatmeal cookies ini langsung di tokonya ya, di alamat berikut.

Taurean Bakeshop & Cafe
Unit 11, Bangunan Majid Mohammad, 
Spg 237-7, Jalan Pasar Baharu
Kampong Kiarong BE1318
Brunei Darussalam
673-2456388
Instagram : @taureanbakeshop




Tuesday, 19 May 2020

Yuk, Kepoin Menu Sehari Sahur dan Berbuka ala Melayu Brunei Favorit Kami

menu sahur dan berbuka

Setelah 9 tahun tinggal di Kuala Belait, Brunei, lidah kami pun sudah mengikuti selera masakan lokal Melayu Brunei.
Tidak terasa ya Ramadan 1441 H sudah memasuki 10 hari terakhir. Semoga teman-teman semua makin bersemangat ya menjalankan ibadah puasanya. Walau tahun ini ibadah puasa dijalani di tengah pandemik Covid-19, tapi banyak sekali hikmah yang didapat yang bisa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta juga semangat berbagi dengan umat-Nya.

Nah, kali ini Mama Ugi ingin berbagi cerita tentang menu favorit kami. Saking favoritnya, menu ini disajikan selama berpuasa. Bisa dijadikan menu sahur dan enak juga dong dijadikan menu berbuka. Menu masakan Melayu ini sebetulnya bisa dijumpai juga di Malaysia. Namun, mama baru mengenalnya sejak tinggal di Brunei. Tastenya itu lo, cocok di lidah kami.

Nah, apa saja nih menu favorit kami--keluarga Dida? Yuk, simak cerita mama berikut.

Ayam Kurma

ayam kurma
Ayam kurma ala Mama Ugi.
Jadi, saat kami pindah ke Brunei tahun 2009 lalu, alhamdulillah kami dipertemukan dengan jiran di depan rumah sewa kami. Rupanya Nek Han--begitu biasanya kami menyapa beliau, sangat pandai memasak. Apapun masakan yang dibuat Nek Han sangat nyaman dan cocok di lidah kami. Salah satunya ya ayam kurma ini.

Kalau flashback ke masa itu, di saat kami baru saja pindah, Novan baru berusia 5 tahun dan Laras baru 2 tahun. Mama Ugi belum pandai memanage waktu dan urusan domestik. Seringkali urusan masak terasa sulit sekali. Mama sering bergumam, "Masak apa ya yang cepat dan mudah?" Namun tiba-tiba bel rumah berbunyi. Nek Han mengantarkan makanan kepada kami. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau menjawab doa mama. Nek Han mengantarkan ayam kurma. 

Pada awalnya mama mengira ayam kurma itu ayam dengan rempah kari yang diberi potongan kurma. Rupanya ayam kurma ini mirip dengan opor ayam tapi dimasak dengan bumbu yang berbeda. Mama sih menyebutnya ayam opor versi Brunei.

Saking seringnya Nek Han memberi kami ayam kurma, dan ternyata cocok rasanya di lidah kami, maka kami menominasikan ayam kurma Nek Han ini the best! Ayam kurma yang dijual di kedai-kedai makan itu, masih kalah rasanya dengan ayam kurma Nek Han.

Singkat cerita, tiba masanya kami harus pindah rumah. Kami pasti akan merindukan ayam kurma Nek Han. Maka pada suatu hari, mama memutuskan untuk belajar memasak ayam kurma. Berikut resepnya.

Resep Ayam Kurma

Kalau mama ditanya, sebetulnya saja sih bumbu-bumbu untuk membuat ayam kurma itu? Jujur mama sendiri tidak tahu. Selama ini mama tinggal membeli bumbu ayam kurma dalam kemasan saja. Ada yang berupa serbuk dan ada yang berupa pasta. Banyak dijual di supermarket dan kedai runcit. Ada juga yang dijual di pasar. Nah, kalau beli di pasar, kata Nek Han, beli saja $1, cukup untuk 1 ekor ayam.

menu berbuka resep ayam kurma
Resep ayam kurma ala Nek Han.
Kali ini mama menggunakan bumbu ayam kurma merk Liza's buatan Malaysia. Satu cup bumbu tersebut cukup untuk 1 ekor ayam. Mama menambahkan:
1 sdm kerisik
300 ml air
100 ml santan
100 ml susu carnation
3 sdm susu kental manis
1 sdm kecap manis
1 sdm perasan lemon
1 buah bawling bombay, diiris

Walaupun rasanya belum bisa menyamai ayam kurma buatan Nek Han, mama cukup puas, akhirnya bisa memasak ayam kurma sendiri.

Sayur Pucuk 

Sayur pucuk buatan Nek Han.
Sayur pucuk ini sebetulnya mirip dengan sayur lodeh. Jujur, mama belum pernah membuat sendiri sayur pucuk ini. Mama sudah pernah meminta resepnya kepada Nek Han tapi belum pernah belajar langsung. Papap sangat suka dengan sayur pucuk ini so mama merasa harus bisa masak ini. Alhamdulillah, selang dua hari dari mama menanyakan resep, Nek Han malah mengantarkan sayur pucuk untuk berbuka puasa. 

Berikut resep yang diberikan Nek Han, takarannya disesuaikan saja ya dengan selera masing-masing. Namun rasanya sih agak berbeda dari lodeh. Persamaannya ya sama-sama gurih cenderung asin gitu. Oya, pucuk itu adalah kembang tahu ya teman-teman. Saat pertama kali mendengar kata sayur pucuk, mama ga ngerti sama sekali apa sih pucuk?

Resep Sayur Pucuk Masak Lemak

3 siung bawang merah
3 stung bawang putih
1 sdm ebi
1/3 sdt terasi
1 buah cabe merah
kunyit secukupnya 
asam secukupnya
air secukupnya
santan secukupnya
garam secukupnya
penyedap--bila diperlukan

1 lembar kembang tahu, direndam dulu
3 lembar jamur kuping
1 buah wortel
2 buah kacang panjang
1 buah kentang
kol secukupnya

Caranya :
  1. Bawang merah, bawang putih, ebi, terasi, cabe merah, dan kunyit diblender sampai halus. 
  2. Tumiskan bumbu tersebut kemudian masukkan air dan santan.
  3. Masukkan wortel dan kentang, masak sampai hampir empuk.
  4. Masukkan kembang tahu, jamur kuping, kol, dan kacang panjang.
  5. Beri asam, garam, dan penyedap.
  6. Koreksi rasanya.

Cendol Hj. Metali

Cendol Hj. Metali
Nah, kalau ini ya menu takjil yang jadi favorit kami di bulan puasa kali ini. Kami masih belum bisa move on dari yang manis-manis untuk menu takjil. Mama mendapatkan info mengenai cendol Haji Metali ini dari seorang sahabat yang menceritakan kalau ini cendol ter the best yang pernah dia coba. Kepo dong mama, apanya nih yang best, cendolnya itu sendiri atau rasa kuah cendolnya? Mama pernah juga mencoba cendol lainnya yang menurut mama sudah cukup enak dibandingkan dengan cendol yang mama pernah coba. Namun, rasa penasaran akan cendol ini membuat mama mencarinya, berbekal share location dari sahabat mama. Perjuangan mencari cendol ini pun dimulai, kami menuju Bandar Seri Begawan, 120 km dari tempat kami tinggal untuk membelinya.

Situasi di tempat penjualan Cendol Haji Metali di daerah Beribi. Masih diberlakukan social distancing, mama foto papap (paling kanan) yang sedang membeli cendol dari mobil saja ya. Alhamdulillah, tidak berdesakan dan pembeli saling menjaga jarak.
Cendol ini ukurannya besar-besar dan rasanya kenyal, berasa cendolnya seperti cendol di Bandung yang terkenal itu lo, Cendol Elizabeth atau Cendol Queen Elizabeth. Kuahnya ada 2 pilihan rasa, kuah gula melaka alias gula merah dan kuah gula putih. Kami membeli cendol berkuah gula melaka. Menurut kami pas rasa santannya dan pas pula rasa manisnya. Gula merahnya tidak banyak, tapi cukup terasa di lidah ada rasa gula merah. Mama sih merasa seperti ada susunya sedikit. So, di lidah mama, rasanya cukup mirip dengan salah satu varian Cendol Queen Elizabeth. Penampakan kuah cendol yang cenderung berwarna kehijauan memang membuktikan kalau gula merah tidak banyak dan menurut mama sih diberi air daun pandan juga ya. Tercium juga ada wangi pandannya.

Nah, sekian cerita mama kali ini. Menceritakan 3 menu favorit di atas saja membuat tais liur mama keluar. Apa menu favorit teman-teman selama puasa kali ini? Yuk, ceritakan di kolom komentar!

Tulisan ini mama buat untuk meramaikan #TantanganBlogging komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis periode bulan Mei 2020.



Sunday, 10 May 2020

Stonehenge, Monumen Prasejarah di Wiltshire yang Patut Kamu Kunjungi Saat Berlibur di UK


Pertama kali Mama Ugi mendengar kata Stonehenge, tidak terbayangkan  tempat wisata seperti apa Stonehenge itu. Walau jelas dari namanya--yang terjemahannya adalah batu yang menggantung, tetap tidak terbayangkan seperti apa. Setelah browsing, barulah tahu bahwa Stonehenge merupakan monumen bebatuan megalitikum yang disusun berbentuk lingkaran.

Rupanya review dari beberapa  website yang Mama Ugi kunjungi menyebutkan bahwa Stonehenge merupakan objek wisata yang patut dikunjungi karena nilai sejarahnya. Wah jadi makin penasaran dong dengan Stonehenge dan memutuskan harus masuk dalam itinerari liburan ke UK Maret 2019 lalu.  

Sejarah Stonehenge

Stonehenge merupakan monumen prehistorik yang paling dikenal di Eropa. Terletak di Dataran Salisbury, Wiltshire sekitar 2.5 jam perjalanan dari kota London. Saking megahnya, Stonehenge bisa terlihat dari kejauhan beberapa kilometer sebelumnya. Stonehenge dibangun selama beberapa ratus tahun. Batu pertama berdiri pada 5000 tahun sebelum masehi. Kemudian bebatuan unik disusun berdiri membentuk lingkaran pada jaman neolitikum sekitar 2500 tahun sebelum masehi. Stonehenge mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir dibuat sekitar 1500 tahun sebelum masehi di jaman perunggu. Di jaman ini pulalah mulai dibangun pekuburan di sekitarnya.

Tidak diketahui secara pasti untuk apa Stonehenge dibangun. Akan tetapi kemungkinan besar untuk kepentingan beribadah. Ada juga ahli sejarah yang memiliki bukti kuat bahwa situs ini merupakan tanah pekuburan. Pada tahun 1960, astronom Gerald Hawkins berpendapat bahwa kluster bebatuan megalitikum tersebut berfungsi sebagai kalender, dengan beberapa titik yang berbeda yang berkaitan dengan fenomena astrologi yaitu titik balik matahari, ekuinoks, dan gerhana. Dan ada pula ahli sejarah yang memercayai bahwa situs ini sebagai tempat penyembuhan penyakit karena adanya bluestone yang dipercaya mempunyai efek menyembuhkan.


Panah yang mengarah ke Stonehenge,  menunjukkan bayangan matahari saat midwinter sunset.

Letak Bebatuan di Stonehenge 

Pada sekitar 2500 tahun sebelum masehi, bebatuan diletakkan di tengah monumen. Ada dua jenis batuan yang digunakan. Batuan yang besar menggunakan jenis sarsen sedangkan batuan yang kecil menggunakan jenis bluestones. Sarsen diletakkan dalam dua pengaturan yang konsentris yaitu berbentuk tapal kuda di bagian dalam dan lingkaran di bagian luarnya. Bluestones diletakkan di antaranya dalam bentuk lengkungan berganda.



stonehenge
Bebatuan sarsen dilihat dari dekat.

Sekitar 200-300 tahun kemudian, bluestones disusun kembali menjadi bentuk tapal kuda. Earthwork Avenue juga dibangun pada masa ini, meaghubungkan monumen dengan Sungai Avon. 

Kegiatan terakhir yang diketahui dari radiokarbon adalah antara 1800-1500 sebelum masehi yaitu berupa penggalian di sekitar batu dua cincin lubang konsentris--yang disebut lubang Y dan Z. Tujuannya untuk menata ulang batu-batu yang tidak pernah selesai.

Bagaimana Bebatuan Tersebut Didirikan? Dari Mana Bebatuan Tersebut Berasal?

Pertanyaan yang umum terlintas adalah kok bisa ya bebatuan sebesar itu berdiri tegak? Cara apa ya yang dilakukan orang di jaman neolitikum dulu untuk menyusun bebatuan itu? Terbayang kan, jaman neolitikum dulu alat yang digunakan pasti masih simpel ya dan teknologinya masih sederhana. 

Nah ternyata monumen pertama yang didirikan, dibuat dengan cara menggali parit berbentuk lingkaran terlebih dahulu. Penggalian menggunakan alat sederhana seperti tanduk rusa. Kemudian menumpuk kapur untuk membuat tepi dalam dan luar. Di dalam parit ada cincin yang terbuat dari 56 kayu atau batu. Monumen itu digunakan sebagai tempat kremasi selama beberapa ratus tahun.

Pada sekitar 2500 tahun sebelum masehi, monumen bertransformasi dengan adanya pendirian batu di tengah monumen. Seperti yang sudah disebutkan di atas, bebatuan yang digunakan ada 2 macam yaitu bebatuan besar menggunakan sarsen dan bebatuan kecil menggunakan bluestones. Sarsen merupakan jenis bebatuan pasir yang secara alami mudah ditemui di seluruh Inggris selatan. Sebagian besar arkeolog percaya bahwa bebatuan ini dibawa dari  Marlborough Downs sekitar 32 km jauhnya. Masih ditemui di sekitar site bebatuan sarsen yang tidak diketahui pasti asalnya dari mana. Rata-rata beratnya 25 ton dengan beban terberat adalah Batu Tumit seberat 30 ton. 

Bluestones adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada bebatuan yang lebih kecil di Stonehenge. Bebatuan ini berasal dari Bukit Preseli di barat daya Wales. Meskipun bebatuan ini tidak tampak biru warnanya, bebatuan itu memiliki semburat kebiruan saat basah atau baru pecah. Beratnya berkisar antara 2-5 ton.

Sebagian arkeolog percaya bluestones dibawa oleh pergerakan glaciers. Namun sebagian lagi percaya bebatuan ini diangkut dengan adanya usaha manusia. Bagaimana bebatuan ini diangkut dari tempat sejauh lebih dari 250 km tidak diketahui. Dipercayai diangkut dengan jaringan air melalui sungai dan diangkut di atas tanah. 

Sedangkan batu altar terbuat dari sejenis batu pasir berwarna merah berasal dari Senni Beds di selatan Wales.

Untuk mendirikan bebatuan, digali lubang tanah dengan kemiringan tertentu. Bagian belakangnya dilapisi oleh susunan kayu. Batu kemudian ditempatkan pada posisi yang sudah disediakan itu untuk kemudian ditarik dengan menggunakan tali yang terbuat dari tanaman. Mungkin juga dibantu oleh kerangka kayu berbentuk huruf A. Kemudian setelah batu berdiri, lubang diisi oleh pecahan bebatuan sebagai penguatnya. Platform kayu mungkin juga digunakan untuk menaikkan ambang horisontal ke posisinya. Tahap terakhir adalah membentuk pasak untuk memastikan lubang pasak bisa  masuk pada ambang horisontal.


Perjalanan Kami Menuju Stonehenge

Kami mengunjungi Stonehenge pada tanggal 22 Maret 2019. Kami memang merencanakan mengunjungi Stonehenge dari Bristol. Sebetulnya waktu tempuh dari Bristol menuju Salisbury hampir sama bila dibandingkan dengan waktu tempuh dari London menuju Salisbury. Asumsinya sama-sama menggunakan kereta, waktu tempuhnya sekitar 1.5 jam.

Kami sudah membeli tiket online sebelumnya di site The Stonehenge Tour. Kami memilih paket tour keluarga lengkap yang termasuk mengunjungi Stonehenge, melihat Old Sarum, dan mengunjungi Salisbury Cathedral. 

Bus yang mengantarkan kami menuju Stonehenge berhenti di dua tempat yaitu di Stasiun Kereta Salisbury dan di tengah kota Salisbury sebelum akhirnya mmbawa kami langsung menuju Stonehenge terlebih dahulu. Dari Stonehenge, tour dilanjutkan menuju Old Sarum untuk kemudian kembali ke kota Salisbury untuk mengunjungi Salisbury Cathedral

Ada jadwal kedatangan dan keberangkatan bus baik dari stasiun kereta, Salisbury, Stonehenge, dan Old Sarum. Jadwal kedatangan dan keberangkatan ini membuat lamanya kunjungan lebih fleksibel. Ada estimasi berapa lama waktu yang diperlukan untuk menikmati tempat-tempat tersebut sehingga bisa disesuaikan dengan ritme kami. Kami pun mencoba untuk mengatur jadwal harus mengambil bus jam berapa saja.

Sayangnya, kami pada akhirnya hanya bisa menikmati Stonehenge saja karena keterbatasan waktu. Di Old Sarum kami tidak turun karena tidak sesuai dengan jadwal bus berikutnya yang akan membawa kami kembali menuju Salisbury. Tiba di Salisbury pun sudah terlalu sore dan kami belum makan siang sehingga kami memutuskan tidak mengunjungi Salisbury Cathedral.

Bristol - Salisbury Station

Kami berangkat ke Salisbury dengan menggunakan kereta dari Bristol Meads Temple Station. Perjalanan menuju Salisbury Station ditempuh dalam waktu selama kurang lebih 1 jam 15 menit. Kami masih menggunakan BriTrail Pass dan ini adalah penggunaan BriTrail Pass kami yang ke-4. BriTrail Pass ini verifikasi penggunaannya per hari ya teman-teman. Jadi dalam satu hari bisa berkali-kali digunakan untuk rute yang berbeda. Hanya saja kali ini cukup kami yang menuliskan tanggal penggunaan BriTrail Pass tersebut. Cukup perlihatkan tiket ini saat memasuki dan keluar stasiun kepada petugas yang berjaga di pintu masuk dan keluar. 

Setibanya di Salisbury, kami menuju ke waiting bay di mana bus The Stonehenge Tour akan membawa kami. Sayang sekali, sesampainya di sana, rupanya bus sebelumnya baru berlalu beberapa menit. So, kami terpaksa harus menunggu kedatangan bus berikutnya kurang lebih selama hampir satu jam lamanya.  Keterlambatan ini disebabkan saat keluar dari hotel, kami tidak menjumpai sebuah taksi pun yang bisa mengantar kami menuju stasiun kereta. Kami memutuskan menggunakan bus menuju stasiun, tapi bus yang akan kami tumpangi pun mengalami keterlambatan setengah jam dari jadwal yang tertera.


Saat menunggu bus yang akan mengantar kami menuju Bristol Meads Temple Station.

Oya, tadi di dalam stasiun, begitu keluar dari kereta, terdapat vending machine snek dan minuman. Novan dan Laras sangat hepi melihatnya. Kami pun memutuskan membeli beberapa snek dan minuman sebagai bekal seandainya kami tidak menjumpai makanan halal di sepanjang tour kali ini.

Salisbury Station - Salisbury - Stonehenge

Akhirnya bus yang ditunggu-tunggu pun datang. Bus double decker berwarna hijau muda dengan tulisan The Stonehenge Tour yang besar di badan bus. Kami pun mengantri dengan teratur ke dalam bus. Sopir bus menanyakan tiket yang kami miliki dan menginput datanya ke dalam sebuah display yang tersedia. Ada juga wisatawan yang membeli tiket langsung di tempat. 



Bus The Stonehenge Tour yang mengantarkan kami ke Stonehenge, Old Sarum, dan Salisbury.

Novan dan Laras memilih untuk duduk di atas  paling depan. Orang tua di bawah sajalah, capek naik turun tangganya. Anak-anak lebih menikmati sepanjang perjalanan menuju Stonehenge karena viewnya yang memang lebih bagus dilihat dari tempat mereka duduk.

Bus berhenti terlebih dahulu di kota Salisbury untuk memberikan kesempatan wisatawan yang sudah membeli tiket dan menunggu di Salisbury. Bus berhenti sekitar 10 menit kemudian berangkat menuju Stonehenge. Perjalanan dari stasiun Salisbury menuju Stonehenge ditempuh dengan total waktu sekitar 33 menit. Sepanjang perjalanan, mata dimanjakan oleh hamparan padang rumput yang hijau dan peternakan domba. Rumah-rumah yang dilewati sepanjang jalan pun cantik-cantik arsitekturalnya. Terlihat dengan jelas rumah-rumah khas Inggris. Masih banyak rumah dan bangunan lainnya yang berfasade batu bata diekspos. Halaman depan yang tidak berapa luas tetapi memiliki halaman belakang yang luas.


Tempat bus berhenti di Salisbury untuk mengambil wisatawan yang menunggu di sini.

Setibanya di Stonehenge, sopir bus menukarkan voucher ke kaunter kemudian membagikannya kepada kami. Kami menukarkan voucher tersebut dengan tiket masuk. Dari tempat drop off bus, kami berjalan kaki menuju tempat penukaran tiket. Kemudian kami menuju ke waiting bay bus yang akan membawa kami ke situs. Tiket diperlihatkan kepada petugas sebelum menaiki bus. 

Akses menuju situs bisa dilakukan dengan berjalan kaki. Jarak dari sini menuju Stonehenge sekitar 2.4 km. Di antara ticketing counter dan situs terdapat hutan dan wisatawan boleh meminta sopir bus untuk barhenti di sini, memasuki hutan dan mengeksplor sebentar di dalamnya. Hutannya bukan hutan yang padat dengan pepohonan lo. Hutannya lebih seperti hutan yang ada di film Robinhood, bukan hutan yang terlalu luas dan jarak antar pohon berjauhan.  

Selain pemandangan hutan, hamparan rumput pun terbentang luas. Sejauh mata memandang, situs dikelilingi oleh hamparan padang rumput. Kami bisa melihat jalan raya menuju situs ini di kejauhan. Stonehenge pun sudah terlihat dengan megahnya dari sini.



Tiket masuk ke Stonehenge.


Bus berhenti di waiting bay dan dari sini kami masih harus berjalan kaki menuju Stonehenge. Terdapat papan informasi singkat mengenai sejarah Stonehenge. Rupanya ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi selain Stonehenge yang merupakan situs bersejarah juga. Rasanya kalau ingin melihat semuanya, di Stonehenge saja bisa seharian.

Kami berjalan mengelilingi Stonehenge dengan guide dari alat dengar yang kami dapat saat menukarkan tiket. Dari alat tersebut kami dipandu berdasarkan nomor dan ketika nomor tersebut ditekan maka diceritakanlah informasi tentang situs yang dimaksud. Satu per satu kami mengitarinya berdasarkan nomor yang tertera di situs. Ada hal yang menarik perhatian, banyak peternak yang melepaskan dombanya di sekitar situs. 



stonehenge
Stonehenge

Domba yang sedan makan di sekitar monument Stonehenge.

stonehenge
Stonehenge dari arah yang berbeda.

Tentu saja para wisatawan tidak lupa untuk mengabadikan moment indah di sini dengan selfie berlatarkan bebatuan megalitikum Stonehenge. Mama Ugi asyik memperhatikan bebatuan-bebatuan itu. Entah mengapa, bebatuan terlihat indah di mata mama. Bebatuan sarsen yang menjulang tinggi, batu yang menggantung horisontal, sungguh tidak dapat dibayangkan bagaimana proses membuat batu-batu itu berdiri.

Mama sangat tertarik dengan informasi yang tersedia di situs mengenai penggunaan Stonehenge sebagai kalender. Terdapat panah yang menginfokan posisi matahari dan bayangan yang dihasilkan bebatuan di waktu midwinter sunset. Seperti jam matahari kira-kira konsepnya. Takjub dengan manusia jaman itu yang bisa membuat sistem kalender itu sebagai info pergantian musim dari bayangan sinar matahari yang mengenai bebatuan itu. 

Setelah puas mengelilingi dan menikmati Stonehenge, kami kembali ke ticketing area di mana terdapat restoran, museum yang berisi benda-benda yang ditemui dari situs ini, contoh rumah jaman neolitikum, dan toko suvenir. Tidak lupa kami pun mengembalikan alat dengar di sini. 




Contoh rumah jaman neolitikum

Setelah hampir 3 jam kami berada di sini, kami memutuskan untuk segera menuju ke Old Sarum dan menunggu kedatangan bus berikutnya.

Stonehenge - Old Sarum

Perjalanan menuju Old Sarum ditempuh selama kurang lebih 15 menit. Kami melewati jalan yang berbukit dan berbelok. Namun pemandangannya sangat indah. Rumah-rumah di sepanjang jalan menuju Old Sarum pun bagus. Rumah-rumah khas pedesaan. Bahkan banyak dijumpai farmer's house yang luas dengan kandang kudanya.

Sesampainya di akses masuk menuju Old Sarum, sopir bus menginfokan bahwa Old Sarum bisa dicapai dengan berjalan kaki. Karena Old Sarum terletak di atas bukit, jalanannya menanjak, kami harus melewati jembatan kayu.Rasanya kami tidak sanggup untuk kembali tepat waktu untuk bisa mengejar kedatangan bus selanjutnya. Jadi kami memutuskan untuk tidak melihat Old Sarum. 

Old Sarum merupakan salah satu situs yang paling memikat dan paling penting dalam sejarah yang terletak di Inggris Selatan. Uniknya, Old Sarum menggabungkan kastil kerajaan dengan katedral dalam benteng pada Jaman Besi. Selama 150 tahun menjadi pusat pemerintahan sekuler dan gerejawi.  Baik kastil maupun katedral tidak diduduki dalam waktu lama : pada tahun 1226 katedral dipindahkan ke Salisbury (New Sarum) meskipun kastil tetap menjadi pusat pemerintahan sampai dengan abad ke-14. Namun Old Sarum tetap hidup, terkenal sebagai 'wilayah busuk' yang terus memilih anggota parlemen sampai tahun 1832.

Oleh karena kami tidak melihat Old Sarum, kami tidak memiliki dokumentasi fotonya. 

Old Sarum - Salisbury

Dari Old Sarum menuju ke Salisbury ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit. Setibanya di Salisbury, sopir bus menginformasikan akses masuk menuju Salisbury Cathedral. Berarsitekturkan Gothic, katedral ini menyimpan naskah asli Magna Carta yang dibuat pada tahun 1215.

Magna Carta adalah hasil dari perselisihan antara Paus, Raja John, dan baronnya atas hak-hak raja: Magna Carta mengharuskan Raja untuk membatalkan beberapa hak dan menghargai beberapa prosedur legal, dan untuk menerima bahwa keinginan raja dapat dibatasi oleh hukum. Magna Carta adalah langkah pertama dalam proses sejarah yang panjang menuju ke arah pembuatan hukum konstitusional.

Oleh karena kami pun tidak mengunjungi katedral ini, maka kami  tidak memiliki dokumentasi foto-fotonya. Foto di bawah ini adalah jalan menuju North Gate yang sisi kiri dan kanan jalannya dipenuhi oleh pertokoan. North Gate adalah gerbang utama menuju Salisbury Cathedral. Dari sini menuju katedral bisa ditempuh dengan 5 menit berjalan kaki. Terdapat patung Edward VII di bagian atas lengkungan North Gate ini. North Gate berada di antara katedral dan High Street di mana terdapat banyak pertokoan di Salisbury.



Salah satu area pertokoan di Salisbury. Di ujung jalan ini merupakan akses menuju
ke Salisbury Cathedral yang melalui North Gate. Pintu gerbangnya adalah pintu batu yang melengkung.
Atap katedral sudah terlihat dari sini.


Seharusnya kami pun mengunjungi cathedral ini. Namun kami urungkan niat kami karena belum makan siang padahal saat itu waktu sudah menunjukkan hampir jam 3 sore hari. Bus terakhir dari kota Salisbury menuju ke station adalah jam 5.14 sore.  Perlu diingat jadwal bus berbeda tiap musimnya ya teman-teman. Jangan sampai ketinggalan bus seperti kami. 

Setelah urusan perut terpenuhi, kami pun menikmati kota Salisbury sambil shopping beberapa barang di sana. Pertokoan di kota ini tidak kalah menariknya dengan yang ada di kota lainnya di Inggris.




Area pertokoan di jalan yang menuju ke arah katedral. Toko buku Waterstones ini menjadi favorit Novan dan Laras.
Mama Ugi suka dengan gaya arsitektural bangunan di Salisbury. Lantai bebatuan pedestrian pun menjadi ciri khas
pertokoan di Salisbury. 


Kami makan siang di restoran fast food mungil yang menyajikan ayam goreng ala-ala KFC. Restoran ini halal, mama menebak pemiliknya berasal dari Turki. Kami memesan 2 paket kombo.  Rupanya, porsinya sangat banyak. Kami bawa pulang saja, lumayan bisa untuk makan malam kami sehingga kami tidak perlu ke luar hotel lagi untuk mencari makan malam. Bahkan kami masih bisa memakan sisa makanan untuk sarapan keesokan harinya. Betul-betul porsi jumbo! Sayang mama pun tidak sempat mengabadikan foto si porsi jumbo ini. Foto restoran mungilnya pun terlewat.




Perjalanan Kembali Menuju Bristol

Tiba saatnya kami harus meninggalkan kota Salisbury. Kami memutuskan untuk menggunakan taksi menuju ke stasiun Salisbury karena ternyata kami terlalu asyik shopping sehingga tertinggal bus terakhir menuju stasiun. Alhamdulillah, kami sangat puas dengan perjalanan kami hari ini. Perjalanan sepanjang jalur kereta api, sama seperti sebelumnya, tetap menyajikan pemandangan yang sedap dipandang mata. 

Pemandangan di daerah Bathampton dilihat dari jendela kereta saat perjalanan kembali ke Bristol.

Teman-teman juga bisa ikut menikmati perjalanan kami di video berikut ya.



Terima kasih teman-teman sudah mengikuti perjalanan kami mengunjungi Stonehenge dan Salisbury. Nantikan kisah perjalanan kami selanjutnya di kota Liverpool ya! 


Sumber Referensi :
https://www.bbc.co.uk/bitesize/topics/z82hsbk/articles/zg8q2hv
https://www.history.com/topics/british-history/stonehenge
https://www.english-heritage.org.uk/visit/places/stonehenge/history-and-stories/history/
https://www.english-heritage.org.uk/visit/places/stonehenge/history-and-stories/building-stonehenge/
https://www.english-heritage.org.uk/visit/places/old-sarum/history/
https://id.wikipedia.org/wiki/Magna_Carta

Friday, 17 April 2020

Mencoba Resep Puding Marie Lapis Milo untuk Pertama Kalinya



resep puding marie

Masih dalam suasana stay at home, membuat Mama Ugi harus lebih banyak membuat camilan untuk memenuhi hasrat makan seisi rumah yang meningkat.  Pilihan akhirnya jatuh pada membuat puding marie karena mama kebetulan punya stok marie di dalam laci snek yang sudah tidak dicari-cari lagi. Sebelum marie expired, lebih baik dibuat puding. Daaan, proses mencari resep puding marie pun dimulai.

Sebetulnya mama browsing resep ini tidak lama setelah membuat bolu tape singkong yang sudah dituliskan di blogpost sebelumnya. Namun, ya begitulah ternyata di masa stay at home ini mama, papap, Novan, dan Laras harus saling menyesuaikan rutinitas yang berubah sehingga mama baru sempat menuliskan resepnya.

Baca juga : Resep Bolu Tape Singkong yang Mudah dan Enak

Nah, Ini Nih Resep Puding Marie Milo

Mama sebetulnya paling galau kalau harus mencari resep di internet. Alasannya mama suka salah pilih resep hehe. Ekspektasi dari resep dengan kenyataan berbeda! Jangan-jangan mama yang salah mengikuti resep ya? Ya sudahlah, yang pasti mama jadi lebih hati-hati untuk memilih resep puding marie kali ini.

Sampai akhirnya mama menemukan resep dari Cookpad yang ditulis oleh Mbak Tintin Rayner. Kebetulan mama pun mengikuti Instagram Mbak Tintin Rayner sehingga mama akhirnya memutuskan untuk mencoba resep yang dibagikan. Menurut Mbak Tintin, resep aslinya dituliskan oleh Law Thomaz. Mama modifikasi lagi resep Mbak Tintin dan berikut resep puding marie Milo ala Mama Ugi.


resep puding marie

Pada resep aslinya, lapisan paling bawah adalah lapisan agar-agar cokelat. Apa daya, rupanya mama tidak punya stok cokelat bubuk. Jadilah mama ganti cokelat bubuk dengan Milo. Novan bilang harusnya lebih enak dong karena pakai Milo.

Mama belum pernah membuat puding yang menggunakan kuning telur sebelumnya. Tantangan bagi mama untuk membuatnya, jangan sampai gagal! Kebayang kalau gagal, bahan yang mama punya hanya cukup  untuk buat 1 resep puding saja huhu.

Cerita di Balik Pembuatan Puding Marie Milo

Mama dibantu Laras untuk membuat puding ini. Bagi mama cukup menguras pikiran, pikiran takut gagal pada saat membuat lapisan kuningnya. Mama menggunakan cetakan tulban karena ternyata tidak punya cetakan agar-agar yang ukuran besar untuk 1 resep puding marie ini. 

Laras membantu mama menyiapkan bahan-bahannya. Memasukkannya ke dalam panci dan membantu mengaduknya sampai mendidih. Sementara itu, mama menyusun kue marie di dasar cetakan tulban. Tentu saja yang dibuat pertama kali lapisan beningnya. Setelah lapisan bening mendidih, mama menuangkannya ke atas susunan marie di dalam cetakan tulban.

Langkah selanjutnya adalah membuat lapisan kuning yang notabene ada kuning telurnya. Duh deg-degan deh membuatnya. Laras seperti sebelumnya membantu menuangkan bahan-bahan ke dalam panci dan mengaduknya. Mama menyiapkan kuning telurnya. Saat agar-agar mulai hangat, mama mengambil satu sendok sayur agar-agar dan memasukkannya ke dalam mangkuk yang berisi kuning telur, mama aduk rata kemudian memasukkan kembali adonan kuning telur itu ke dalam panci agar-agar dan mengaduknya sampai mendidih. Setelah mendidih, mama menuangkannya ke atas lapisan bening yang ternyata sudah mulai mengeras.

Dan tibalah untuk membuat lapisan agar-agar Milo. Mama sempat memutar otak, bagaimana kira-kira takaran Milo dan gulanya ya? Secara resep aslinya menggunakan cokelat bubuk. Yah sudahlah mama mencoba saja dengan takaran 9 sendok makan Milo dan 3 sendok makan gula pasir. Laras masih membantu memasukkan semua bahan-bahan ke dalam panci dan mengaduk sampai mendidih. Akan tetapi saat sudah mendidih, rupanya lapisan kuning dalam tulban belum mengeras sehingga agar-agar Milo belum bisa segera dituangkan. Mama memutuskan untuk tidak mematikan api dan menyetelnya ke api sangat kecil supaya agar-agar Milo tidak mengeras sambil menunggu lapisan kuning telur mengeras dan siap dituangi lapisan Milo.

Jangan lupa, setelah semua lapisan dituang ke dalam cetakan, bıarkan mengeras di suhu ruang terlebih dahulu ya sebelum memasukkannya ke dalam kulkas. Mama sudah tidak sabar untuk mencicipi puding marie Milo ini. Tidak sampai 2 jam dalam kulkas, mama pun memutuskan untuk mencoba puding ini. 

Mama keluarkan puding dari tulban dan mama takjub dengan lapisan kuningnya. Yeay berhasil! Next, mama potong puding dan meminta seisi rumah untuk mencobanya. Not bad! Mama dan seisi keluarga suka dengan rasa pudingnya. Laras menyukai lapisan beningnya. Menurutnya kenyal dan manisnya pas banget. Mama dan papap tentu menyukai lapisan kuningnya dong, perpaduan rasa manis dan susunya pas banget. Lembut lapisan kuningnya pun pas dan ga bau amis. Novan sih ok-ok saja. Menurutnya lapisan Milo kurang manis kalau dimakan terpisah per lapis. Lah dia makannya lapis per lapis! Menurut mama dan papap, overall manisnya pas, lapisan Milo terbawa manis oleh lapisan kuningnya.

Mama bahagia dong akhirnya bisa juga membuat puding yang menggunakan kuning telur. Apalagi resep yang dipilih ternyata sesuai dengan ekspektasi. Sudah pasti lain kali akan membuat puding marie Milo dengan resep ini karena puding ini sekarang jadi salah satu menu camilan favorit keluarga.

Semoga terinspirasi dengan resep ini ya. Adakah yang sudah pernah membuat puding marie? Yuk, berbagi ceritanya di sini.





Tuesday, 24 March 2020

Yuk, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat


daya tahan tubuh

Tentu saja timbul kekhawatiran akan cepatnya Covid-19 merebak. Apalagi dengan banyaknya pemberitaan yang berseliweran di lini masa saat ini. Wajar bila merasakan overwhelmed dengan segala info yang muncul di mana-mana. Namun sebaiknya tidak usah panik. Berusahalah untuk terus meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh bisa lebih kuat melawan serangan penyakit.

Jangan Panik. Ikuti arahan pemerintah. Tetap update dengan berita terkini. Siapkan diri untuk menghadapi pandemik ini. Badai pasti berlalu.
Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh coronavirus jenis baru dan pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada Desember 2019 lalu. Virus yang dikenal dengan nama SARS-CoV-2 ini dalam 3 bulan telah menyebar ke lebih dari 100 negara di dunia dan telah menjangkiti hingga lebih dari seratus ribu orang. Obat dan vaksin untuk Covid-19 ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan lebih lanjut. Artinya yang bisa dilakukan saat ini salah satunya ya dengan berusaha meningkatkan daya tubuh masing-masing.

Nah, salah satu usahanya adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang disosialisasikan melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Yuk simak apa saja yang bisa dilakukan dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.


Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Apa sih pola hidup bersih dan sehat itu? Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.

Dalam situasi pandemik saat ini, Germas  mengeluarkan panduan PHBS untuk menjaga diri dan keluarga dari Virus Corona (COVID-19) yang langkah-langkahnya seperti dalam e-flyer berikut. 

sumber e-poster dari www.promkes.depkes.go.id

1. Makan dengan Gizi yang Seimbang

Mengacu pada isi piringku, gizi yang seimbang terdiri dari makanan utama, lauk-pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Makanan utama dan lauk-pauk mengisi setengah isi piring. Begitupun dengan sayur-sayuran dan buah-buahan yang juga mengisi setengah piring sisanya.

Makanan utama berupa karbohidrat seperti nasi, kentang, singkong mengisi 2/3 bagian dari setengah bagian piring. Lauk-pauk seperti telur, ayam, daging, ikan, tahu, tempe mengisi 1/3 bagian sisa makanan utama.

Sayur-sayuran mengisi 2/3 bagian dari setengah bagian piring lainnya. Buah-buahan mengisi 1/3 bagian sisa sayur-sayuran. Isi piringku inilah yang harus terpenuhi setiap kali makan sehingga kebutuhan gizi bisa terpenuhi. Harapannya dengan terpenuhinya gizi, daya tahan tubuh bisa meningkat.

Sayuran seperti bayam dan brokoli dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Bayam kaya akan beta karoten, antioksidan, vitamin C dan vitamin A. Sedangkan brokoli kaya akan serat, antioksidan, vitamin A, C, dan E. Makanan lainnya yang bisa dikonsumsi seperti bawang putih, kunyit, jeruk, lemon, jambu batu, pepaya, makanan laut hingga yoghurt.

2. Rajin Olahraga dan Istirahat yang Cukup

Sebaiknya setiap hari berolahraga minimal selama 30 menit. Cukup dengan berjalan kaki di halaman rumah di pagi hari sehingga mendapatkan pula efek baik dari sinar matahari. Bila halaman rumah cukup besar bisa juga bersepeda atau bermain badminton atau kegiatan lainnya yang bisa membuat tubuh kita aktif seperti berkebun. Bisa juga melakukan olahraga di dalam rumah dengan mengikuti program olahraga dari YouTube Channel. Banyak juga yang menayangkan zumba/aerobic/yoga live di FB dan IG.

Hindarilah menonton, membaca, dan mendengarkan berita mengenai pandemik untuk sementara waktu. Beri kesempatan pada diri sendiri untuk melepaskan sejenak dari pemberitaan yang intensif dan bisa membuat pikiran stres.

Jangan lupa untuk tidur dengan cukup setidaknya 7-9 jam sehari. Usahakan untuk tidur tidak terlalu larut di malam hari. Lebih baik lagi bila bisa menyempatkan tidur siang walau hanya 15 menit.

3. Cuci Tangan Pakai Sabun

Biasakanlah untuk mencuci tangan dengan sabun selama 20-30 detik. Bila kita harus mencuci tangan? 

sumber e-poster dari www.promkes.depkes.go.id
Berikut adalah video cara mencuci tangan yang benar menurut WHO.


Dalam e-poster berikut dijelaskan alasan mencuci tangan harus dengan sabun.

sumber e-poster dari www.promkes.depkes.go.id

4. Gunakan Masker Bila Sakit

Bila merasa demam, batuk, pilek, memiliki masalah penyakit lainnya atau baru saja masa pemulihan, silakan gunakan masker.

sumber e-poster dari www.promkes.depkes.go.id

5. Tidak Merokok

Merokok jelas tidak baik untuk kesehatan terutama kesehatan paru. Virus Covid-19 ini masuk melalui mukosa mata, hidung, dan mulut serta diketahui dalam kasus yang berbahaya bisa menimbulkan pneumonia sehingga merokok bisa memperburuk kondisi paru-paru di saat terpapar virus ini.

6. Jaga Kebersihan Lingkungan

Penyebaran virus ini diketahui melalui droplet yang keluar dari orang yang sakit dan bisa menempel di mana saja. Kebersihan lingkungan menjadi sangat penting dalam memutus rantai penyebaran virus ini. Rutinlah membersihkan benda-benda yang sering disentuh seperti saklar lampu, pegangan pintu, keran air, meja, dan benda-benda lain di dalam dan luar rumah.

7. Minum Cukup Air

80% tubuh manusia mengandung air. Bila kekurangan air akan berdampak pada metabolisme tubuh dan bisa menyebabkan dehidrasi. Asupan air yang disarankan adalah sebanyak 2L per hari atau setara dengan 8 gelas air.

8. Memasak Makanan dengan Sempurna

Masaklah ikan, daging, dan ayam dengan sempurna untuk menghindari penyebaran virus ini.


Selain PHBS, Berikut Usaha Lainnya yang Bisa Dilakukan

Di masa pandemik ini, Germas juga menyarankan untuk segera menghubungi pihak terkait bila ada gejala demam, batuk, dan sesak nafas yang dicurigai sebagai ciri-ciri Covid-19.

Hal lain yang juga bisa kita lakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah sebagai berikut.

1. Mengkonsumsi Suplemen dan Herbal

Dalam situasi seperti ini sebaiknya mengkonsumsi suplemen dan herbal yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Orang yang memiliki daya tahan tubuh yang baik mempunyai kemampuan untuk melawan penyakit. Adapun suplemen dan herbal yang dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh di antaranya adalah :

Mengandung Vitamin B6, C, dan E


Suplemen yang mengandung vitamin B6, C, dan E cukup direkomendasikan karena vitamin ini memberi manfaat bagi tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Echinacea


Selain mampu meningkatkan daya tahan tubuh, echinacea dipercaya sebagai antiradang, antivirus, dan antioksidan. Oleh sebab itu, echinacea dipercaya dapat membantu tubuh melawan virus penyebab flu, membantu pertumbuhan sel, serta mengontrol kadar gula dalam darah dan tekanan darah.

Kunyit dan Lada Hitam


Dilansir dari situs Healthline, kunyit yang mengandung curcumin dan lada hitam yang mengandung piperine masing-masing bagus untuk kesehatan. Piperine bisa meningkatkan penyerapan curcumin dalam tubuh hingga 2000% sehingga menggabungkan kedua herbal itu memperbesar daya kerjanya. Curcumin dan piperine bisa mengurangi inflamasi dan memperbaiki proses pencernaan terutama dalam bentuk suplemen.

Temulawak, jahe, dan serai juga mengandung curcumin. Minuman tradisional kesehatan Indonesia banyak yang mengandung kunyit, temulawak, jahe, dan serai bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Dan minuman tradisional ini sudah dipraktikkan secara turun temurun.


2. Kelola Stress dengan Baik

Di saat pandemik seperti ini stress muncul biasanya karena khawatir akan kesehatan diri sendiri dan orang yang kita sayangi. Pemberitaan di mana-mana bisa membuat seseorang menjadi kurang tidur dan tidak fokus sehingga bisa menyebabkan pola makan tidak teratur dan jam tidur pun jadi berkurang. Sebaiknya apa yang kita lakukan untuk mengelola stress dengan baik?

Perhatikan Diri Sendiri

Tarik nafas dalam-dalam, bermeditasi, dan lakukan stretching. Lakukan PHBS seperti yang sudah dijelaskan.

Luangkan Waktu untuk Menenangkan Diri

Lakukan kegiatan di rumah yang bisa membahagiakan hati. Apakah itu melakukan hobi, sekedar menonton TV, atau bercengkerama dengan keluarga. Himbauan untuk diam di rumah merupakan kesempatan emas untuk mempererat hubungan keluarga. Sesuatu yang sulit untuk didapat di saat semua anggota keluarga sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Berkonsultasi dengan Seseorang

Bicaralah dengan seseorang yang bisa dipercaya mangenai apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan sehingga hati dan pikiran bisa lebih tenang.


3. Jangan Lupa Berdoa dan Ikuti Arahan Pemerintah Terkini

Dan yang paling penting adalah selalu berdoa serta memohon ampunan kepada Allah SWT agar selalu dilindungi dan dijauhkan dari segala macam penyakit terutama dalam masa pandemik ini. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Dan semua yang ada di langit dan di bumi adalah ciptaan-Nya termasuk virus Covid-19 ini. Kini saatnya untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi pandemik ini baik secara mental maupun spiritual. Dan teruslah update dengan berita-berita terkini sehingga bisa mengetahui apa arahan pemerintah. Ikutilah apa yang sudah diarahkan pemerintah karena niscaya itulah usaha terbaik yang bisa dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini. Bersama kita bisa.


Semoga uraian singkat untuk meningkatkan daya tahan tubuh ini bermanfaat ya. Yuk, saling berbagi informasi juga di sini. 


Referensi

https://www.alodokter.com/berbagai-cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-agar-tidak-mudah-sakit
https://www.halodoc.com/cara-perkuat-sistem-imun-tangkal-virus-corona
https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/managing-stress-anxiety.html
https://www.healthline.com/nutrition/turmeric-and-black-pepper
http://promkes.kemkes.go.id/kumpulan-flyer-pencegahan-virus-corona
http://promkes.kemkes.go.id/phbs
https://www.youtube.com/watch?v=3PmVJQUCm4E

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi #TantanganBlogging Ibu-Ibu Doyan Nulis bulan Maret 2020.

Sunday, 22 March 2020

Resep Bolu Tape Singkong yang Mudah dan Enak

resep bolu tape


Tiba-tiba saja Mama Ugi rindu ingin makan bolu tape singkong. Selagi diminta untuk stay at home karena pandemik Covid-19 ini, rasanya pas banget ya mengisi waktu dengan baking. Di Brunei, liburan sekolah penggal pertama dipercepat 4 hari. Jadi sejak Rabu 11 Maret 2020 sekolah sudah diliburkan sebagai  salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.  Mama yang memang stay-at-home mom menjadi punya waktu lebih banyak lagi dan bisa lebih produktif di dapur.

Kali ini mama ingin membuat bolu dengan resep bolu tape singkong andalan. Untuk bisa makan bolu tape singkong, mama harus buat sendiri karena di Kuala Belait tidak ada yang jual bolu ini. Sayangnya, tape singkong juga tidak dijual tiap hari. Kalaupun ada yang jual, Mama harus membelinya di Bandar sekitar 1,5 jam perjalanan dengan mobil. Kadang-kadang harus buat tape singkongnya sendiri. Nah kebetulan hari Sabtu tanggal 14 Maret 2020  lalu Mbak Alfiah dari Warung Jendela menjual tape singkong. Mama minta tolong Teh Eli, teman mama di Bandar yang rumahnya berdekatan dengan Warung Jendela untuk membelikan mama tape singkong. Alhamdulillah, rezeki mama masih kebagian tapenya. Hari Senin 16 Maret 2020 kami ambil tapenya ke Bandar. Kami tentunya tetap mengikuti arahan pemerintah untuk social distancing.  Mama baru bisa mengeksekusi bolu ini pada hari rabu 18 Maret 2020. 

Yuk, Intip Resep Bolu Tape Singkong 

Pertama kali mama mencoba bolu tape singkong ya di Kuala Belait sekitar 5 tahun yang lalu. Saat itu Ibu Wyat menghidangkan bolu ini sewaktu ada acara di rumahnya. Karena cocok dengan rasanya, maka mama pun meminta resep bolu tape singkong ini dari beliau. Ternyata resepnya mudah diikuti untuk orang seperti mama yang tidak begitu suka baking.

Berikut adalah Resep Bolu Tape Singkong Andalan Mama Ugi


Bahan yang Diperlukan :

  • 7 butir telur ukuran besar
  • 2/3 cangkir gula pasir, boleh ditambah atau dikurangi tergantung rasa manis tape singkong yang digunakan
  • 275 gram mentega
  • 2 sendok makan margarin
  • 1 sendok teh ovalet
  • 2 cangkir tape singkong yang sudah dihaluskan dan dibuang serat tengahnya
  • 2 cangkir tepung terigu
Mama memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk mempersiapkan dan menakar bahan-bahan ini. Mama menggunakan gula pasir merk SIS, mentega merk Anchor, margarin merk Mother's Choice, dan tepung terigu plain flour merk Prima Flour. Silakan menggunakan merk apa saja yang mudah didapat ya. Kebetulan bahan yang ada di rumah saat itu adalah yang mama sebutkan sebelumnya. Cangkir yang mama gunakan adalah gelas ukur plastik. Bisa juga diganti dengan cangkir apa saja yang ada di rumah.

Cara Membuatnya :

  1. Sebelum menakar bahan-bahan di atas, panaskan oven dengan suhu 180℃. Mama menggunakan oven listrik dengan api atas bawah. Kemudian siapkan loyang persegi dan lapisi dengan kertas roti. Mama menggunakan 2 loyang ukuran kurang lebih 18 cm x 25 cm x 5 cm.
  2. Kocok gula pasir, mentega, dan margarin sampai tercampur rata dan berwarna kuning pucat.
  3. Masukkan telur satu per satu sampai tercampur rata dan mengembang.
  4. Masukkan ovalet sedikit demi sedikit sampai tercampur rata. Kocok terus hingga adonan berwarna lebih putih dan lebih naik.
  5. Masukkan tape singkong dan tepung terigu bergantian sedikit demi sedikit. Mama membagi tape singkong dan tepung terigu menjadi 4 bagian terlebih dahulu.
  6. Masukkan adonan ke dalam loyang, ratakan.
  7. Masukkan loyang ke dalam oven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu dan panggang hingga matang berwarna kuning kecokelatan. Di oven yang mama gunakan memerlukan waktu sekitar 40 menit untuk memanggang. Silakan sesuaikan lamanya waktu pemanggangan dengan oven masing-masing ya.
Total waktu yang diperlukan sekitar 50-60 menit untuk membuat bolu tape singkong ini dari mulai persiapan bahan sampai selesai dipanggang. Tidak terlalu lama kan untuk membuat bolu ini?

resep bolu tape
Beginilah detail penampakan bolu tape singkong yang baru dibuat.
Tekstur bolu ini berongga halus dan sangat lembut. Masih terlihat tekstur tape singkong yang dihaluskan, terutama di bagian bawah bolunya. Wangi menteganya kuat dan sangat menggoda. Perpaduan rasa mentega dan manisnya tape singkong bikin ketagihan. Tidak cukup rasanya kalau hanya makan satu potong saja.  Tapi jangan sampai terlalu banyak juga ya dalam sekali makan mengingat kandungan mentega, gula, dan tepungnya cukup banyak. 

Terima kasih Bu Wyat yang sudah bersedia berbagi resepnya. Bagi yang penasaran dengan rasa bolu ini, selamat mencoba resepnya ya. Semoga resep bolu tape singkong ini bisa menginspirasi.











Wednesday, 26 February 2020

Mengunjungi Roman Bath Spa dan Parade Garden di Kota Bath, UK


Perjalanan dari Bristol Menuju Bath

Kami mengunjungi Bath pada tanggal 21 Maret 2019 pagi. Kami berangkat dari Bristol Temple Meads Station menuju Bath Spa Station dengan menggunakan kereta South Western Railway selama kurang lebih 15 menit perjalanan. Kami tetap menggunakan BritRail Pass, pass hari ketiga. Kali ini kami cukup menuliskan tanggal keberangkatan di kolom hari ketiga pada BritRail Pass, tidak perlu diverifikasi. Cukup memperlihatkan BritRail Pass saat keluar dan masuk stasiun kepada petugas penjaga pintu. Dalam satu hari, BritRail Pass ini bisa digunakan lebih dari satu kali. Hal ini sangat menghemat biaya perjalanan kami pulang pergi dari Bristol ke Bath dan perjalanan kami secara keseluruhan selama traveling di UK.